PROGESIFITAS PEMUDA ISLAM

31 03 2010

Pemuda Islam tidak cukup hanya bertugas menjelaskan zaman, namun mereka harus melampauinya dengan merubah zaman. Karenanya, ditengah zaman yang bergerak, masyarakat membutuhkan Pemuda Islam yang bergerak.

Pemuda dalam shiroh Islam, selalu ditempatkan pada posisi yang istimewa, bahkan Al-Qur’an banyak menjelaskan bahwa Manusia-manusia pilihan yang mendapat mandat kerasulan dan kenabiyan adalah mereka dari kelompok pemuda. Berkata Ibnu Abbas r.a : “ tidak ada seorang Nabipun yang diutus Allah swt., melainkan ia dipilih dari kalangan pemuda. Begitu pula tidak seorang alimpun yang diberi ilmu melainkan ia hanya dari kalangan pemuda”.

Kita tentu masih ingat dengan Bapak para Anbiya’, dimana Agama-agama besar lahir dari perantara “rahimnya”, yaitu Nabiyullah Ibrahim a.s., tatkala beliau berani menghancurkan berhala-berhala sesembahan kaum Namrut, pada waktu itu beliau masih sangat muda.

Pertanyaanya, bagaimana dengan pemuda sekarang ini, adakah masih memiliki progresifitas dan berjiwa revolusioner, atau sebaliknya hanya merupakan mahluk pecundang yang tidak memajukan Agama dan Bangsa, tapi justru mengotori dengan segala aktifitas amoral, asosial, atau malah aktifitas yang aintelektual. Mari kita pereteli satu persatu fenomena yang mengejala dikalangan pemuda dewasa ini

Setiap kita menyimak berita kriminal, entah itu dilayar kaca atau surat kabar, entah itu yang bersangkutan dengan penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, perampokan, penjambretan, pembunuhan dan seabrek tindak kriminal lainnya, maka disitu selalu ada pemuda sebagai salah satu aktornya. Tapi disisi lain, Mujahid-mujahid muda yang bermisikan dakwah Islam, berani mengepalkan tangan tanda menantang kemungkaran dan kemaksiatan jumlahnyapun tidak sedikit.

Memang kebenaran dan kebatilan adalah layaknya dua petarung dalam satu ring, tapi bukan itu yang menjadi sentral kajian kita saat ini, tapi bagaimana kita mampu menjadi Pemuda Islam yang tangguh secara ibadah mahdloh sekaligus tangguh untuk merubah kondisi sosial yang berpenyakitan sebagai aktualisasi ibadah ghoiru mahdloh.

Untuk menjadi Pemuda Islam yang tangguh, Al-Qur’an dalam surat Fushilat ayat 33 menerangkan : “Dan siapakah yang paling baik dari pada orang yang berdakwah kepada Allah, beramal yang baik dan berkata:’sesungguhnya aku ini adalah termasuk orang-orang yang berserah diri’”. dari surat tersebut dapat kita tarik tiga hal pokok yang harus menjadi prinsip progresifitas Pemuda Islam yaitu:

  1. Berdakwah atau mengajak umat ini kepada Allah. Dengan kata lain seorang pemuda harus berani mengungkapkan kebenaran yang ada pada Islam, serta membeberkan kerusakan-kerusakan yang ada pada sistem atau pada ide-ide Barat yang banyak diikuti oleh pemuda-pemuda yang keblinger. Dengan dakwah ini pemuda-pemuda pada masa Rasulullah sanggup mengubah kultur yang rusak ke arah yang baik, menegakkan panji-panji Islam dan sanggup menghancurkan setiap kebatilan yang ada. Melalui dakwah ini pula Rasulullah dan Sahabat-sahabatnya yang tergolong sebagai pemuda, mengadakan pemberangusan terhadap idiologi-idiologi yang bertentangan dengan Islam dan menyebarkan Islam sebagai rahmat bagi alam semesta.
  2. Beraktivitas yang baik dan sesuai dengan syari’at-syari’at Islam. Seorang pemuda seharusnya bisa beraktivitas yang bermanfaat bagi dirinya dan bagi orang lain, dengan batasan-batasan syari’at Allah.
  3. Seorang Pemuda Islam yang benar-benar bertaqwa, harus berserah diri pada Islam. Maksudnya pemuda harus menjadikan Islam sebagai standart dari perilaku, sehingga kehidupan seorang pemuda akan benar-benar mendapat ridla Allah SWT.

Apabila tiga hal pokok tersebut mampu benar-benar secara optimal dilakukan Pemuda Islam, maka dengan izin Allah kita akan akan mengkanfas zaman dengan kebaikan dan keberkahan.

Mengakhiri tulisan ini, kepada Pemuda Islam seluruhnya: demi fase-fase yang pendek, ringkas hidupmu menjadi; lahir, revolusi dan syahid. Semoga janji Allah dalam surat pada surat An Nuur : 55 kita dapatkan.

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan yang mengerjakan amal-amal yang baik, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menja- dikan mereka berkuasa di muka bumi ini sebagaiman telah Dia jadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Dan sungguh-sungguh Dia akan menegakkan bagi mere- ka agama yang telah diridloi-Nya untuk mereka. Dan Dia benar-benar akan menu- kar (keadaan mereka) sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sen- tosa. Oleh karena itu mereka menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.”

Wallahu ‘A’lam bish Showaab.

Penulis: M.Nur K. Amrullah








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.